Selasa, 25 Maret 2014




Hasilnya nih :)


codingnya


package nilailagi;
import java.util.Scanner;

public class Nilailagi {
    public static void main(String[] args) {
     
             //membuat objek baru
     Scanner input=new Scanner (System.in);
   
     //Deklarasi Variabel
     String nama_siswa, grade;
     Double nilai_aktif, nilai_tugas, nilai_ujian, nilai_akhir;
     Double n_murni_aktif, n_murni_tugas, n_murni_ujian;
   
     System.out.println ("PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR");
     System.out.println();
     System.out.print ("Nama Siswa          :");
   
     nama_siswa=input.nextLine();
   
     System.out.print ("Nilai Keaktifan     :");
     nilai_aktif=input.nextDouble();
   
     System.out.print ("Nilai Tugas         :");
     nilai_tugas=input.nextDouble();
   
     System.out.print ("Nilai Ujian         :");
     nilai_ujian=input.nextDouble();
   
     //Rumus nilai
     n_murni_aktif=0.2*nilai_aktif;
     n_murni_tugas=0.3*nilai_tugas;
     n_murni_ujian=0.5*nilai_ujian;
   
     nilai_akhir=(n_murni_aktif+n_murni_tugas+n_murni_ujian);
   
     //menentukan Grade
     if (nilai_akhir>=80)
  grade="A";
  else if (nilai_akhir>=70)
  grade="B";
  else if (nilai_akhir>=59)
  grade="C";
  else if (nilai_akhir>=50)
  grade="D";
  else
  grade="E";


  System.out.println();
  System.out.println ("Jadi Siswa yang bernama "+nama_siswa);
  System.out.println ("Dengan Nilai Presentasi yang dihasilkan.");
  System.out.println ("Nilai Keaktifan *20% : "+n_murni_aktif);
  System.out.println ("Nilai Tugas     *30% : "+n_murni_tugas);
  System.out.println ("Nilai Ujian     *50% : "+n_murni_ujian);
  System.out.println ();
  System.out.println ("Jadi Siswa yang bernama "+nama_siswa+" memperoleh nilai akhir sebesar "+nilai_akhir);
  System.out.println ("Grade nilai yang didapat adalah "+grade);
}
}

program menghitung nilai dan grade



Senin, 24 Maret 2014

diskusi tentang alat transportasi kereta api

kereta api di Indonesia mulai aga membaik(mungkin). katanya bulan-bulan ini kereta api yang menggunakan 10 gerbong akan mulai digunakan. namun apakah bisa kereta api 10 gerbong ini mengurangi penumpukan penumpang?
setiap hari saya menggunakan kereta api, disamping karena harganya yang murah, tidak terjebak macet dan juga lebih cepat. untuk kereta apinya mungkin sudah mulai teratur sekalipun telat namun tidak terlalu lama untuk menunggunya. masalahnya, penumpangnya itu lho yang tidak teratur, kereta yang sudah padat dari stasiun sebelumya dengan sadisnya terus didorong sampai ada yang kesakitan,malah ada yang sampai pingsan (termasuk saya :D) . Sungguh sadis sekali..
keegoisan ibu-ibu yang tidak mau memberikan tempat duduknya untuk wanita hamil, cacat atau menggendong balita sudah sangat biasa.. tak ada yang mau mengalah.
digerbong yang dicampur dengan para pria pun hampir sama.. keisengan para pria itulah yang membuat rasa kurang nyaman.

untuk pembaca, bagaimana seharusnya alat transportasi yang baik dan nyaman untuk penumpangnya?